Wednesday, June 29, 2016
Pengaruh Hobi Masak Mama terhadap Kenaikan Berat Badanku
Mama ku hobi banget masak, tapi bukan cuma sekedar masak, hobi nya masak 'banyak pake bgt' .. misal nya ni, dl pas aku liburan sendiri aku minta buatin mama soto medan, dan taraaaa dia buat sepanci gede berharap aku bakal habisin semuanya.. ooh men aku suruh mama bagiin ke tetangga sebelum itu soto ga habis mumpung masih baru masak..
Nah ada lagi ni, ma osa pengen sop buah.. dan taraaaa mama buatin sebaskom gede sop buah yg hampir sebulan itu ga habis2 di kulkas..
Nah ada lagi ni :
Mama : sa makan habisin sambel nya ya biar ga mubazir
Osa : iya ma, lagian mama bikin kalo ga banyak ga sah..
Pas osa nya lagi makan*
Mama : kamu gendut jg ya? Kurusin dikit lah mama muda dl bahenol ga segendut kamuu..
Osa : well, besok osa ga bakal makan malam ma...
*besoknya*
Mama : sa, makan lah ini nanggung kali...
Osa : mama bilang osa ga usah makan malam.. ntar gendut.. skrg suruh makan.. nti bilang gendut.. *ngambek
Mama : ya malam ini ajaa... besok ga lagi..
*dan ini besok2 nya tetep kek gini.. udah bertahun dan masih blg orang gendut pas lagi makan -.- padahal kan eike menghargai setiap makanan yg ada di dunia ini.. huahahaha kecuali yg haram -.-
sekian ~~
Monday, September 01, 2014
PENGARUH BERBAGAI METODE PENYEDUHAN DUA JENIS KOPI BUBUK TERHADAP KADAR KAFEIN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DALAM MINUMAN KOPI
Oleh :
Osa Minarsa
Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Anwar Kasim dan Ir. Sahadi Didi Ismanto, M.Si
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah kafein serta aktivitas
antioksidan kopi Arabika Gayo dan Arabika Toraja yang diseduh dengan
menggunakan metode penyeduhan yang berbeda. Penelitian ini telah dilakukan di
Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Andalas pada bulan Oktober
2013 sampai dengan Januari 2014. Proses penyeduhan minuman kopi ini masing-masing
menggunakan 10 g bubuk kopi dan 140 mL air pada setiap sajian, kemudian
dilakukan pengamatan kadar kafein, aktivitas antioksidan dan total fenol.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5
perlakuan dan 3 kali ulangan. Data dianalisis secara statistika dengan
menggunakan ANOVA dan jika berbeda nyata, dilakukan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT)
pada taraf nyata 5%. Perlakuan penelitian adalah perbedaan penyeduhan yaitu
perlakuan A (Pemanasan Campuran Kopi), B (Tubruk), C (French Press), D (Moka Pot), E (Coffee Syphon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode
penyeduhan berpengaruh nyata terhadap kadar kafein dan aktivitas antioksidan
yang terkandung didalamnya. Metode Pemanasan Campuran Kopi merupakan metode penyeduhan yang melarutkan
kafein paling tinggi, diikuti oleh metode penyeduhan Tubruk, French Press, Moka Pot dan Coffee Syphon yang
melarutkan kafein paling rendah. Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada minuman kopi yang diseduh dengan metode
penyeduhan Pemanasan Campuran Kopi dan Tubruk, diikuti oleh metode penyeduhan French Press, Moka Pot dan Coffee Syphon yang
memiliki aktivitas antioksidan yang rendah.
Kata kunci : Aktivitas Antioksidan,
Arabika Gayo, Arabika Toraja, Kafein, Metode penyeduhan.
Saturday, May 24, 2014
PENGABDIAN MASYARAKAT TERINTEGRASI UNAND SOLOK SELATAN 2014 – FATETA
Pengabdian masyarakat terintegrasi ini merupakan
pengabdian masyarakat se-Unand yang bekerjasama dengan dinas-dinas terkait,
dalam hal ini FATETA (Fakultas Teknologi Pertanian) bekerjasama dengan dinas
perkebunan dan kehutanan provinsi Sumbar melakukan penyuluhan mengenai Kopi
robusta dan arabika dimulai dari penyuluhan budidaya hingga pasca panen.
Pengabdian masyakat ini merupakan pengabdian pertama saya bahkan setelah saya
sudah tidak berstatus mahasiswa lagi walaupun belum resmi.
Pertama-tama saya akan menceritakan perjalanan saya
menuju solok selatan ini. Senin sekitar pukul 10 saya berangkat dengan dua
orang dosen saya yaitu bapak Ir. Aisman, M.si dan kakak Risa Meutia, S.TP, MP.
Mobil yang kami tumpangi melaju dengan kecepatan sedang menuju arah kabupaten yang
terkenal dengan buah markisa nya. Ya,
ini pertama kali nya bagi saya ke solok
selatan, dalam pikiran saya perjalanan padang – solok selatan itu “aspal” nya
sama seperti jalanan padang-indarung. Hahaha. Ternyata jalan aspalnya termasuk
kecil dan naik turun, saya sempat pusing namun saya masih bisa tertidur -__-‘ . hehehe.
Saat kendaraan yang saya tumpangi melaju di sitinjau
lauik, saya berpikir, “waaah, ini kah jalan yang selalu kau lalui, hey aku
sekarang melewati jalan yang sering kau lewati :’)”. Yah begitulah, sepanjang
perjalanan saya selalu takjub, belum lagi saat saya melihat pemandangan
sepanjang perjalanan tersebut. Banyak pepohonan dan udaranya juga sejuk, saya
jarang sekali menghirup udara sesejuk itu (maklum anak kota, uhuk). Hmm saya
jadi teringat istilah lucu saat saya melakukan perjalanan dengan keluarga saya.
Yaaa jalan nya mandaki manurung, kiri kanan banyak pohan-pohan, hey liat ada
raja guk-guk disebrang sana, hati-hati melewati sepeda yang bunyi nya
sirait-siregar sirait-siregar, dan sebenarnya banyak lagi istilahnya :D .
Kembali keperjalanan, saya melihat danau yang cukup
indah, dan ternyata itu adalah si kembar danau diatas dan danau dibawah. Dan
ternyata lagi, ada view yang bisa buat kita ngeliat kalau itu danau benar-benar
kembar. Tapi sayang belum bisa saya buktikan -__-‘. Dipertengahan perjalanan
kami pun mampir kesebuah mushola untuk buang air kecil, disana ada 3 orang anak
yang sedang asik bermain, dan ternyata
ketiga anak tersebut bersaudara dan kompak meminta uang kepada dosen saya,
dosen saya di “palak” anak kecil!!! Heran juga kenapa anak sekecil itu bisa
minta-minta, saya pikir mereka anak kecil yang polos, ternyata mereka
“cadiak-cadiak”. Hahaha.
Perjalanan yang saya rasa cukup panjang ini akhirnya
membuahkan hasil juga untuk perut saya yang manja, kami turun makan (kalau
istilah break dalam bola turun minum yak? :p) disebuah rumah makan yang cukup
terkenal saya kira, namanya RM. Sungai Kalu. Saya tidak tau apa artinya, yang
jelas nama rumah makan ini berbeda dengan rumah makan yang sering saya temui di
kota padang. Ya pasti taulah nama-nama rumah makan di kota padang tidak
jauh-jauh dari nama cahaya surya dan sederhana. Nama yang biasa, berbeda dengan
RM. Sungai Kalu ini, Kalu itu artinya apa yaa? -___- . oke menu andalan di RM
ini adalah belut lado hijau. Wuuiiih enak bener. Perut saya merasakan surga nya
kembali :D .
Akhirnya kami sampai juga di salah satu penginapan di
solok selatan-sangir yang juga merupakan posko dari Pengabdian masyarakat
terintegrasi ini yaitu Duta Kencana. Penginapan sederhana ini lumayan laah. Oke
senin 12 Mei pun ditutup oleh saya dan kakak dosen dengan tidur setelah
sebelumnya kami menyantap pecel lele sebagai santap malam kami. Hehehe
Selasa 13 Mei pun dimulai, pagi ini kami bersiap untuk
melakukan program penyuluhan kopi. Sebelumnya, perut kami yang manja pun ingin
diberikan surganya kembali. Dasar perut. Ternyata sepanjang perjalanan mencari
surga nya perut banyak sekali kedai-kedai sate. Ya, mungkin bisa dibilang ajo
sate disini lebih banyak ketimbang di padang. Hahaha. Akhirnya kami pun
menyantap sate sebagai menu sarapan pertama disolok selatan ini.
Lanjut lagi ke tempat tujuan yaitu Nagari Lubuk Gadang
Timur dan Lubuk Gadang Selatan (saya agak lupa nama tempatnya.. maap :D ). Untuk
program penyuluhan pertama diadakan Nagari Lubuk Gadang Selatan duluan. Disini para
petani kopi robusta diberi penyuluhan tentang budidaya kopi dari dinas
perkebunan dan kehutanan provinsi Sumbar, dilanjutkan dengan penanganan pasca
panen oleh Bapak Ir. Aisman, M.Si. Para Petani Sangat antusias mendengarkan penyuluhan
dan mereka banyak bertanya. Oh iya, saya sempat berasa kumpul-kumpul keluarga
karena para petani disini ternyata umumnya orang jawa yang merupakan penduduk
transmigran. Hahaha. Penyuluhan selesai pada sebelum jadwal ashar tiba dan kami
pun kembali ke penginapan. Karena belum terlalu malam, saya dan kak Risa pergi
mencicipi Batagor dan Es Buah didekat penginapan. Sebenarnya perut saya sudah
penuh, karena disini saya mengalami susah “Meeting”, mungkin karena belum
kerasan kali yaa :p. hari ini pun ditutup dengan dinner pecel lele “lagi”.
Rabu 14 Mei merupakan hari terkhir saya melakukan
kegiatan pengabdian masyarakat ini. Diawali dengan sarapan lontong gulai tauco
saya dan rombongan menuju Nagari Lubuk Gadang Timur. Sebelum sampai ketujuan,
kami berhenti untuk berfoto di depan gedung DPRD Solok Selatan, kalau kata pak
Aisman, “ Bia picayo urang Unand kalau awak sabana di Solok Selatan”, kira-kira
kek gitu, artinya biar percaya orang di Unand kalau kami emang beneran di solok
selatan. Hahahaa, ada-ada aja -.- . Nah, pas mau ke lokasi penyuluhan, kita
nyangkut lagi di tempat petani kopi yang lagi giling kopi. Ternyata beliau
bukan hanya sekedar petani kopi, tapi juga petani terong *bukan
terong-terongan. Nah, kami pun di hadiahi terong satu ember oleh beliau. Baik nyaa
:’D
Akhirnya sampai juga di tempat penyuluhan terakhir,
petani kopi disini merupakan petani kopi Arabika. Dan lagi-lagi, kebanyakan
dari mereka merupakan orang jawa. Hahahaha. Aktivitas penyuluhan sama seperti
hari sebelumnya. Disini udaranya lebih dingin dan sempat-sempatnya ibuk2 dari
dinas perkebunan beli cabe yang baru saja di panen oleh petani sekitar, alhasil
saya dan kakak dosen pun ikut-ikutan beli. Hahahaha. Akhir nya perjalanan
pengabdian ini berakhir dan kami pun pulang kembali ke padang.
*Mohon maaf jika
penulisan ini banyak kesalahan, untuk foto akan menyusul karena HP saya sedang
Rawat Inap :D. terima kasih karena sudah membaca J
Friday, March 21, 2014
Kenapa Perempuan “GAK” Harus Pinter Masak!!!!
Oke.. dari judulnya aja udah terasa membangkitkan emosi yaa
saudara-saudara.. hehe :P. bukan karna saya emang gak pinter masak kawan, tapi
emang iyaaa.. hiks :”(
Jadi gini, ada selisih pendapat antar perempuan yang “ngerasa”
pinter masak sama yang emang “GAK” pinter masak sama sekali. Hmmm menurut saya
si ini sebenernya masalah yang harus dibahas secara tuntas, lugas, dan gak
serius juga :P hohoho.
Ada yang bilang pria suka wanita yang pinter masak. Yuhuuuu kalian
salah. Malah wanita yang gak bisa masak punya keunikan tersendiri *alesan :D .
jadi gini para pria, ada ungkapan “kalo
kamu mau menikahi wanita, kamu mesti menguji kesabarannya dengan internet yang
super lambat”. Oke tapi bagi wanita yang ga pinter masak kek saya ini, “wanita bakal nguji kesabaran pria dengan
masakannya yang ga enak” . sama kek internet yang kadang cepet kadang
lambat, gitu juga yang namanya masak kawan!!. Kadang enak, lebih sering gak
enaknya *ngeles lagi,, ooh sepertinya saya terlahir sebagai orang yang banyak
banget cari-cari alesan. Hahahaha.
Saya pribadi si ga bisa masak, malahan saya baru bisa megang
pisau pas kelas 1 SMA secara otodidak, malahan sampe kuliah dan segede ini mama
saya masih cemas kalau-kalau saya motong semangka, trus pas saya motong itu
semangka mak saya merhatiin sambil bilang
“iya baguuss gituu yaaaa” , sambil nahan jantungnya. Oke, mungkin mama ga
ngasih kepercayaan anaknya lebih awal. Tapi saya tetep cinta mama.. ooohh *mak
saya pun muntah :/
Jadi kawan, baik anda wanita ataupun pria, masak itu bukan
segalanya, masakan enak itu juga bukan yang paling utama. Masak itu melewati
proses, proses itu lah yang bikin kita bahagia kawan. Ngerti ga? Saya juga ga
:P . ngomong-ngomong masak, “kalau kamu
pria emang bener cinta aku, terima aku dengan segala kekurangan ku. Maka aku
akan belajar cara membahagiakan mu sedikit demi sedikit.” Asiiikk. *munkin
selain terlahir sebagai orang yang banyak alesan, saya juga terlahir dengan
bakat gombal :P
Inti dari tulisan ini adalah, saya emang gak pinter masak!!!! Puas kleeen!!!! hahaha
Monday, March 17, 2014
KOPI-KU PENELITIAN-KU
Awal nya saya sendiri tidak terlalu
tertarik dengan yang namanya kopi beserta kawan-kawannya. Namun penelitian saya
merubah segalanya. Penelitian yang sedang memasuki babak akhir ini tengah
berjuang untuk keluar merebut mahkota yang bernama toga. Hmm toga…. Sebenernya
ini ide awalnya dari abang saya yang pecinta kopi, setelah saya ajukan eeh
ternyata dosbing suka dan akhirnya berlanjut. :D
“kamu terbiasa karena
itu kamu jadi cinta, saya cinta karena sesuatu itu yang membuat saya terbiasa”
Sebenernya saya bingung, saya ini nulis apa siih?? Dan itu
ungkapan apa?? :/
Okee.. jadi gini, saya dan kopi sudah mulai melakukan
hubungan ke jenjang yang lebih serius ke tahap cinta setelah sebelumnya saya
hanya suka sekedarnya saja. Bukan minum kopinya yang saya suka, juga bukan rasa
atau aromanya yang saya suka. Saya hanya suka menyeduhnya dengan alat-alat itu J. Mungkin kedepannya
saya akan lebih cinta tentang menyeruputnya.
Benar
aja, saya si ngerasa orang-orang pecandu kopi itu orang aneh (berarti bapak
saya dan abang saya orang aneh iyaa? Hahahaha). Oopps sorry apaak :P. Jadi
gini, sebenernya saya mau cerita kalau saya akhirnya sudah menemukan sesuatu
yang saya suka. Bukan tidur,baca komik, atau nonton seperti hobi yang saya
lakukan dahulu kala (sebelum skripsi menyerang). Ini berbeda kawan. Saya ga tau
harus jelasinnya darimana. Yang jelas saya pengen jadi “BARISTA” si peracik
kopi.
Jadi
gini, penelitian saya ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5
perlakuan dan 3 ulangan. Sedikit belagu saya juga pengen bilang kalo penelitian
saya mengahasilkan uji lanjut Duncan yang berbeda nyata pada taraf nyata 5%. Pasti
pada penasaran metode penyeduhan apa aja si yang saya gunakan.
Metode penyeduhan yang saya gunakan
terdiri dari metode tradisional dan modern. Untuk cara tradisional saya
menggunakan cara penyeduhan tubruk dan pemanasan campuran kopi. Bedanya tubruk
itu ialah metode yang menuangkan air panas mendidih ke gelas yang sebelumnya
sudah dirisi dengan bubuk kopi. Sedangkan pemanasan campuran kopi ialah metode
yang memanaskan air beserta bubuk kopinya secara bersamaan hingga mendidih.
Biasanya metode yang satu ini banyak dilakukan oleh para pedangan kopi aceh
atau kopi ule kareng (saya juga lupa yang mana satu :P hehe). Kalau para pembaca
yang budiman sekalian ingin merasakan kopi dengan kadar kafein yang tinggi,
kalian bisa menyeduh kopi favorit kalian dengan metode pemanasan campuran kopi
atau pun dengan cara tubruk.
Metode
selanjutnya ialah metode modern. Jadi disini saya menggunakan 3 buah alat
penyeduh kopi yaitu French Press, Moka
Pot dan Coffee Syphon. Urutan
yang saya sebutkan sudah sesuai dengan harga alat penyeduh tersebut dari yang
termurah sampai termahal (bagi saya mahal, huhuhu). Oke saya bakal jelasin
prinsip kerja ketiga alat tersebut. Uhuk uhuk, berikut penjelasannya :p
Prinsip
kerja French Press sendiri sama dengan metode tradisional tubruk,
namun French Press tidak memiliki
ampas karena pada alat ini sudah ada sejenis penyaring yang akan menahan bubuk
kopi tersebut dibagian bawah.
Prinsip
kerja dari Moka Pot sendiri ialah
dengan menguapkan air yang terdapat dalam water
tank keatas Cover Moka Pot.
Sebelum memasuki Cover Moka Pot, air
dalam water tank ini melewati hopper
yang berisi bubuk kopi, dari sinilah bubuk kopi tersebut diekstrak.
Coffee Syphon ini alat paling favorit,
no ampas (asiik) :D. jadi si Coffee
Syphon ini punya prinsip sama kek si Moka
Pot, sama-sama menguapkan air keatas melewati container. Aah pokoknya ini
alat paling saya suka, berasa kek lagi make rotary
evaporator yang labunya saya pecahin 2 kali pas penelitian ^^.
Perlu diketahui Coffee
Syphon ini melarutkan kafein paling sedikit diantara alat-alat lain yang
saya sebutkan ditulisan ini. Jadi kalau kamu punya masalah sama kafein, Coffee Syphon ini solusi nya :P.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Gemini ini lagi Ulang Tahun
haiii.. its my bday week, campur aduk karena ternyata udah 35 tahun ajaa, ya ampun kemana waktu berlalu ya? mengawali hari ulang tahun den...
-
Hai... Hari ini aku kembali lagi menulis, tau ga kenapa? karena aku sedikit ingin mengistirahatkan otak aku yang selalu berbicara sendiri...
-
yeee.. tentu saja tidak. Sangat pantang bagi seorang anak kedua untuk mengeluh. Sebuah omongan dari antah berantah mengatakan dan terngiang-...




